BERANDA



PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

1.      Visi dan Misi Teknologi Pendidikan
            Ilmu Teknologi Pendidikan adalah ilmu khusus. Bukan Ilmu Teknologi dan bukan Ilmu Pengajaran, tetapi ilmu yang membutuh keahlian di beberapa macam ilmu.
            Ilmu Teknologi Pendidikan juga bukan pengetahuan isu akademik mengenai Teknologi Pendidikan, bukan kemampuan membahas isu-isu secara akademik juga. Ilmu Teknologi Pendidikan adalah ilmu "applied", ilmu yang bermanfaat di dunia pendidikan untuk membantu praktisi pendidikan untuk memaksimalkan teknologi dalam proses pembelajaran.
            Ilmu Teknologi Pendidikan sebagai salah satu isu utama untuk semua praktisi maupun lembaga pendidikan yang mempunyai tujuan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia lewat teknologi pendidikan.
            Isu utama dengan teknologi pendidikan adalah teknologi yang terbaru belum tentu adalah teknologi pendidikan terbaik untuk tujuan anda. Dengan memaksimalkan keahlian "Ilmuwan/ti Teknologi Pendidikan" kita dapat belajar cara untuk mendidik secara lebih efektif.        
Visi dan misi teknologi pendidikan pada umumnya adalah :
a)      Visi
Visi jurusan Teknologi Pendidikan (TP) adalah menjadikan jurusan TP sebagai pusat keunggulan dan rujukan dalam penyiapan teknologi  pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan yang mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi belajar dan memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan pendidikan.
b)      Misi
Misi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan adalah:
a.       Menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk menghasilkan teknologi pendidikan/ pembelajaran, tenaga pendidik, dan kependidikan yang unggul dan memiliki daya saing yang tinggi.
b.      Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan dalam bidang teknologi pendidikan/pembelajaran untuk menghasilkan karya akademik yang unggul dan menjadi rujukan, dan
c.       Menerapkan berbagai hasil karya dalam bidang teknologi pendidikan/ pembelajaran untuk memberdayakan masyarakat.

2.      Tujuan Teknologi Pendidikan
            Tujuan pendidikan jurusan TP FIP adalah :
a)      Menghasilkan teknologi pendidikan/ pembelajaran yang mampu merancang, mengem­bangkan, memanfaatkan, dan mengelola serta mengevaluasi program, proses, dan produk  pendidikan atau pembelajaran dan pelatihan di berbagai jalur, jenis, dan jenjang pendidikan.
b)      Menghasilkan tenaga pendidik dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi di berbagai jalur, jenis, dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
c)      Menghasilkan tenaga kependidikan sebagai pengembang kurikulum dan teknisi sumber belajar di berbagai jalur, jenis, dan jenjang pendidikan serta pengelola perpustakaan sekolah.
d)     Menghasilkan karya akademik melalui kegiatan penelitian dan pengembangan dalam bidang teknologi pendidikan/ pembelajaran.
e)      Memberdayakan masyarakat melalui penerapan berbagai hasil karya teknologi pendidikan/ pembelajaran.
f)       Memiliki kemampuan merancang, melaksanakan, dan mengolah serta melaporkan hasil penelitian di bidang belajar dan pembelajaran, baik yang bersifat konvensional, inovatif, dan berbasis sumber berteknologi.
g)      Memiliki kemampuan untuk mensosialisasikan hasil penelitian melalui media komunikasi ilmiah.
h)      Memiliki kemampuan memecahkan masalah belajar dan pembelajaran mulai dari yang bersifat konvensional, inovatif dan berbasis sumber berteknologi.
i)        Menghasilkan lulusan yang kreatif entrepreneurships, mandiri, terbuka terhadap perubahan dan perbedaan melalui tugas terstruktur
j)        Meningkatkan potensi mahasiswa melalui keterlibatan mereka dalam berbagai penelitian dosen dan program perkuliahan

3.      Kompetensi S1 TP dan uraian kemampuan-kemampuannya.
            Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dari perancangan pengembangan, pemanfaatan, manajen dan evaluasi pada proses dan sumber untuk belajar. Merujuk pada Association for Educational Communications and Technology (AECT) itu ada 5 domain yang menjadi bidang kajian yaitu : teori dan praktik dalam desain, pengembangangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian dan penelitian proses, sumber, dan sistem untuk belajar. Dalam domain tersebut mengandung pengertian adanya empat komponen, yaitu:
a)      Teori dan praktik,
b)      Desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian,
c)      Proses, sumber dan sistem, dan
d)     untuk Belajar.
            Mengacu pada bidang keilmuan teknologi pendidikan itu, maka lulusan program studi teknologi pendidikan perlu memiliki kompetensi utama, yang meliputi 5 bidang, yakni :
a)      Perancangan (design),
b)      Pengembangan (development),
c)      Pemanfaatan (utilization),
d)     Pengelolaan (management), dan
e)      Evaluasi (evaluation).
            Selain memiliki kompetensi utama, sebaiknya lulusan teknologi juga memiliki kompetensi pendukung. Kompetensi pendukung adalah kompetensi yang mendukung dan gayut dengan kompetensi utama. Kompetensi pendukung itu mencakup 3 hal, yakni :
a)      Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi,
Kompetensi teknologi informasi dan komunikasi diarahkan ke kajian konsep, menentukan dan mengevaluasi kebutuhan informasi, strategi, dan metode pembelajaran berbasis teknologi informasi, langkah-langkah pembelajaran berbasis teknologi infor, konsep internet dan aplikasinya,web browser untuk memperoleh informasi, pencarian informasi secara efektif di Internet, download informasi dari internet, dan komunikasi melalui internet.

b)      Bahasa inggris,
Kompetensi dalam bidang bahasa inggris diarahkan ke pengembangan kemampuan memahami bacaan, menulis, dan berkomunikasi berbahasa inggris. Materi pembelajaran disesuaikan dengan bidang studi mahasiswa, latihan memahami bacaan ditekankan pada identifikasi pokok bacaan, ide pokok paragraf, dan hubungan antar paragraph.

c)      Penulisan karya ilmiah..
Kompetensi dalam bidang penulisan karya ilmiah diarahkan ke pengkajian prinsip dasar dan tata cara dalam menulis karya ilmiah. Topik bahasan ditekankan pada memilih topik, mengembangkan topik menjadi garis besar pemikiran yang sesuai dengan topic tersebut, mengembangkan garis-garis pemikiran menjadi alenea yang terdiri atas pokok-pokok pikiran dan pikiran penunjangnya, dan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu dipelajari pula penggunaan dan penulisan acuan yang baik dan benar sesuai dengan gaya yang disepakati komunitas teknologi pendidikan/pembelajaran.
1.      Kompetensi Utama
·         Guru pada mata pelajaran TI & K di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.
·         Pengelola sumber belajar pada lembaga pendidikan, dan diklat serta lembaga lainnya.
·         Perancang program pembelajaran dan pelatihan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan yang memerlukan.
·         Pengembang media pembelajaran (mulai dari perencanaan, pemilihan dan pembuatan) pada lembaga pendidikan dan pusdiklat.
·         Konsultan pengembang program pelatihan berdasarkan prinsip-prinsip Teknologi Pendidikan.
·         Evaluator bidang kurikulum dan program pembelajaran, proses dan hasil belajar.
·         Penyuluh pembelajaran bagi guru dan instruktur.
2.      Kompetensi Pendukung
Kompetensi pendukung lulusan bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama program studi Teknologi Pendidikan yakni menjadi pengembang media pembelajaran, baik berbasis media sederhana maupun media berbasis teknologi informasi dan komunikasi seperti pembuatan cd pembelajaran.
3.      Kompetensi Lainnya
Kompetensi lainnya atau yang menjadi pilihan lulusan di antaranya menjadi wiraswastawan yang bergerak di bidang kompetensi utama seperti fotografi dan perfilman karena bagian ini menjadi satu sasaran keahlian yang dicapai oleh lulusan TP melalui mata kuliah fotografi dan video audio.

Sedangkan kompetensi  Program Studi Teknologi Pendidikan menurut tingkatannya adalah :
1.      Kompetensi Sarjana Teknologi pendidikan
a.       Mampu menguasai konsep-konsep baru tentang belajar dan pembelajaran
b.      Mampu merancang, menghasilkan dan menggunakan berbagai media untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar dan pembelajaran
c.       Mampu merancang dan menetapkan polabelajar
d.      Mengelola sarana dan prasarana belajar pembelajaran
e.       mampu menyebarluaskan prosedur penggunaan sumber untuk belajar dan pembelajaran
2.      kompetensi Magister Teknologi Pendidikan
a.       mampu mempelopori pengembangan/pembaharuan proses belajar mengajar
b.      mampu mengelola pendekatan baru dalam memecahkan masalah belajar dan pembelajaran
c.       mampu meningkatkan pelayanan profesi teknologi pendidikan melalui penelitian dan pengembangan
d.      mampu merumuskan penyelesaian berbagai masalah belajar masyarakat secara ilmiah melalui pendekatan teknologi pendidikan
3.      Kompetensi Doktor Teknologi Pendidikan
a.       Mampu menemukan model belajar dan pembelajaran baru melalui penelitian
b.      Mampu menguasai teori, model dan pendekatan baru dalam bidang pendidikan dan disiplin terkait
c.       Mampu mendayagunakan peluang pengembangan sumberdaya manusia dengan menggunakan pendekatan teknologi pendidikan
d.      Mampu merumuskan kebijakan pendidikan dengan pendekatan teknologi pendidikan sebagai disiplin keilmuan dan profesi

            Konsep definisi versi AECT 2004 Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Jelas, tujuan utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran (agar efektif, efisien dan menarik) dan meningkatkan kinerja.
            Konsepsi teknologi pendidikan ini akan berkembang sepanjang bidang dimiliki, dan mereka terus berkembang. Oleh karena itu konsepsi hari ini adalah satu sementara, terangkum dalam waktu. Kajian 10 tahun kedepan merupakan pengembangan dari kawasan sebelumnya, dan tiap kawasan melanjutkan perkembangannya.
            Teknologi Pembelajaran merupakan suatu bidang studi terapan yang awalnya timbul dengan mensistensiskan berbagai teori dan konsep dari berbagai disiplin ilmu, ke dalam suatu usaha terpadu untuk memecahkan masalah belajar yang tidak terpecahkan dengan pendekatan yang telah ada sebelumnya. Setiap bidang studi akan dapat berkembang bilamana didukung oleh penelitian yang dilakukan secara terus menerus.
            Penelitian dalam bidang studi teknologi pembelajaran tidak terlepas dari: Falsafah dan landasan ilmiah yang telah menunjang keberadaannya seperti yang diungkapkan Robert Morgan (1978) bahwa terdapat 3 (tiga) disiplin utama yang menjadi dasar teknologi pembelajaran yaitu :
*      ilmu prilaku.
*      ilmu komunikasi dan
*      ilmu manajemen,
            Sedangkan pendapat Donald P.Ely (1983) Teknologi Pembelajaran meramu sejumlah disiplin dasar dan bidang terapannya menjadi sesuatu prinsip, prosedur serta ketrampilan. Disiplin yang member kontribusi adalah:
a.       Basic Contributing Discipline (komunikasi, psikologi, evaluasi dan manajemen) dan
b.      Related Contributing Fields (psikologi persepsi, psikologi kognisi, media, system dan penilaian kebutuhan).
            Unsur-unsur dasar yang membentuknya, ini seperti dalam AECT (1994) terdiri dari kawasan Teknologi Pembelajaran yang terdiri dari Fungsi manajemen pembelajaran, Fungsi pengembangan pembelajaran dan Sumber belajar,
            Arah perkembangan dan kegunaannya, Paul Harmon (1982) berpendapat bahwa Teknologi Instruksional berawal dari praktek pendidikan yang mendapat masukan dari psikologi perilaku dengan pembelajaran terprogramnya, psikologi kognitif, teknologi permesinan, teknologi audio visual dan teknologi computer sehingga berkembang kea rah rekayasa kinerja (performance engineering) dalam bidang usaha, system pendidikan di sekolah dan luar sekolah, kemiliteran dan pembelajaran berbatuan komputer.
            Pendapat lain dari Kent R.Wood, Don C.Smillie dan Michael de Bloois (1990) mengatakan bahwa pada awalnya ilmu perpustakaan yang bersinggungan denan ilmu informasi berkembang menjadi bidang komunikasi audio-visual dan kemudian berkembang menjadi bidang media instruksional, bidang ini bersinggungan dengan pengembangan kurikulum. Glenn Snelbecker (1974) mengatakan bahwa kurikulum berkepentingan dengan pertanyaan “What” dan “Why” atau isi dan tujuan pendidik sedang teknologi pendidikan berkepentingan dengan “How” atau cara bagaimana tujuan pendidikan yang dicapai.
            Dari penjelasan tersebut telah dapat kita reka tentang apa sebenarnya yang menjadi bidang garapan dalam Teknologi Pembelajaran yang paling esensial menurut penulis adalah bahwa perkembangan arah penelitian teknologi pembelajaran berlangsung dengan fase-fase yang mempersoalkan tentang: apa ada hasilnya ?, seberapa besar hasilnya ?, bagaimana kondisi dalam memperoleh hasil ? siapa yang akan memperoleh manfaat nya ? dan secara komprehensif pebelajar dengan kondisi yang bagaimana dapat memperoleh manfaat yang maksimal (dalam kondisi tertentu).

4.      Unjuk Kerja Teknologi Pendidikan
            Teknologi Pendidikan mengandung komponen-komponen Teori dan Praktek dalam Desain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan dan Penilaian Proses dan Sumber untuk Belajar dapat bersinergi dengan berbagai bidang. Dengan demikian Teknologi Pendidikan tentunya banyak berkiprah secara luas untuk memajukan system pendidikan di Indonesia melalui potensi-potensinya. Secara umum potensi-potensi Teknologi Pendidikan (Ely, 1979)
a.       Meningkatkan produktivitas pendidikan dengan jalan: mempercepat tahap belajar (rate of learning), membantu guru untuk menggunakan waktu secara baik dan mengurang beban guru dalam menyajikan materi, sehingga akan dapat banyak membina dan mengembangkan kegairahan pebelajar.
  1. Memberi kemungkinan pembelajaran lebih bersifat individual dengan jalan: mengurangi control guru dan member kesempatan pebelajar berkembang sesuai dengan kemampuannya.
  2. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan jalan: perencanaan program pembelajaran yang sistematis dan pengembangan bahan yang dilandasi penelitian perilaku.
  3. Lebih memantapkan pembelajaran dengan jalan: meningkatkan kapabilitas manusia dengan berbagain media komunikasi dan penyajian informasi dan data lebih kongkrit.
  4. Memungkinkan belajar secara seketika (immediacy of learning), karena hal ini dapat mengurangi jurang pemisah antara pembelajaran di dalam dan diluar kelas juga memberi pengetahuan langsung.
  5. Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih luas, terutama adanya Media massa dengan jalan: pemanfaatan bersama (secara lebih luas) tenaga atau kejadian-kejadian langka serta penyajian informasi menembus batas geografi
            Dua masalah pokok yang umum dihadapi oleh setiap Negara yaitu peningkatan mutu
dan perluasan kesempatan belajar. Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak Negara dengan mengagendakan reformasi pendidikan sebagai agenda pembangunan untuk mengatasi masalah tersebut. Pendayagunaan Teknologi Pendidikan (Educational Technology) atau apapun namanya banyak versi yang telah dikembangkan oleh Negara-negara tersebut seperti Teknologi untuk Pendidikan (Technology for Educational), Teknologi Informasi (Information Technologi/IT) atau Teknologi Komunikasi dan Informasi (Information and Comunication Technology / ICT) telah diyakini sebagai salah satu cara strategis untuk mengatasi masalah tersebut.
            Pekerjaan para teknologi pendidikan biasanya ditentukan oleh struktur dan tujuan dari suatu lingkungan kerja tertentu dengan merujuk pada aturan dan pola jabatan lembaga tersebut. Sells dan Glasgow (1990) menguraikan pangsa pasar kerja dengan membedakan dua peran, yakni peneliti dan praktisi. Peneliti yang berkarya di lembaga akademik mungkin berkepentingan dengan setiap kawasan, namun biasanya mereka mengkhususkan diri pada satu atau dua bidang minat. Di sekolah atau lembaga pelatihan, kebanyakan peneliti terlibat dalam penelitian evaluatif.
            Praktisi mungkin saja menaruh perhatian pada setiap kawasan dalam bidang teknologi pendidikan. Namun mereka cenderung mengkhususkan diri pada ke dalam lingkup yang terbatas. Meskipun juga ada generalis, namun lingkup teknologi pendidikan yang sangat luas tidak memungkinkan seseorang untuk menguasai kehalian dalam setiap kegiatan dalam kawasan. Keaadaan ini berlaku baik bagi teoritisi maupun praktisi. Kebanyakan teknolog pendidikan mempunyai pekerjaan yang menuntut keahlian khusus dalam satu atau dua bidang, misalnya desain dan pengembangan teknologi tertentu, atau pemanfaatan media. Contoh, seorang perancang pembelajaran bekerja sebagai pegawai negeri dengan tugas khusus dalam pembuatan modul pembelajaran berbasis komputer. Pekerjan ini memerlukan keahlian yang berjenjang, mulai jenjang dasar, menengah, dan lanjut atau mahir. Kerangka kerja ini mungkin diperluas secara menyeluruh dengan sedikit modifikasi. Misalnya seorang praktisi mungkin merupakan manajer yang berkepentingan dengan semua kawasan secara umum, meskipun secara khusus hanya kawasan yang berkaitan dengan pemanfaatan dan pengelolaan
            Penamaan jabatan itu sendiri berbeda-beda dalam setiap lembaga, bahkan dalam suatu lingkungan kerja yang sama. Dalam lingkungan sekolah, orang-orang yang mempunyai keahlian dalam merancang mungkin menjabat sebagai guru, kepala sekolah, atau spesialis kurikulum. Dalam lingkungan lembaga pelatihan, orang dengan keahlian merancang pembelajaran mungkin disebut dengan jabatan sebagai perancang, tetapi mungkin saja dengan nama jabatan lain. Rothwell dan Kazanas (1992) mengidentifikasi penamaman jabatan alternatif dengan sebutan teknolog kinerja, pengembang pembelajaran, penyelia proyek, spesialis pendidikan, pendidik karyawan, pelatih, teknologi pembelajaran, atau spesialis sistem pembelajaran. Nama jabatan yang tampaknya mapan adalah yang berasal dari tradisi fungsional bidang studi, yaotu ahli media(disekolah). Untuk memenuhi kualifikasi dalam dalam pekerjaan (apapaun nama jabatannya) seorang harus menguasai satu atau lebih kawasan dalam bidang teknologi pendidikan
            Pada saat ini dengan latar belakang dan tempat kerja para praktisi yang beragam, mempengaruhi perkembangan keyakinan, nilai-nilai, serta prioritas dalam bidang. Perubahan dalam keyakinan dan nilai-nilai ini dipercepat baik dari sisi tujuan maupun sumber dalam lingkungan kerja tertentu. Dampak seperti ini jelas dapat terlihat dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu dengan terjadinya perubahan besar dalam latar pekerjajan para teknolog/ilmuwan pembelajaran.
            Meluasnya pilihan lapangan pekerjaan teknolog pendidikan mempunyai dampak yang sangat berarti bagi bidang. Yang terpenting adalah perluasan pilihan dalam sektor pelatihan swasta. Sekarng ini di berbagai negara, tugas pelatihan mempersyaratkan pendidikan lanjutan dalam bidang teknologi pendidikan. Ely (1992) mengungkapkan adanya kecenderungan leiatan pengembangan lebih banyaknya kegiatan pengembangan pendidikan/pembelajaran di latar luar sekolah dibandingkan dengan di sekolah. Kecenderungan ini telah banyak berlangsung sekitar satu dasawarsa yang lalu, nampaknya akan terus terjadi. Meskipun demikian spesialis media di sekolah masih merupakan standar pada kebanyakn lembaga persekolahan, dan mereka itu lazimnya mempengaruhi perancangan dan implementasi kkurikulum.
            Berdasarkan perspektif banyak orang dalam bidang, perubahan dramatis tersebut belum dalam arti adanya perubahan dalam pelaksanaan teknologi pendidikan di seluruh dunia. Di berbagai negara khususnya di perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat kehadiran teknolog pendidikan amat penting dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia perusahaan. Mereka banyak mengirimkan tenaga (bidang human resources development/HRD) untuk menempuh pendidikan lanjutan ke bidang teknologi pendidikan.
            Di negara-negara berkembang dalam menentukan arah pembangunan pendidikan banyak melalui teknologi pendidikan. Kanada dan Belanda, demikian juga di Indonesia mempunyai program akademik teknologi pendidikan di perguruan tinggi. Perluasan praktek teknologi pendidikan itu tidak hanya memberi dampak pada struktur dasar bidang studi. Kelima kawasan teknologi pendidikan/pembelajaran masih tetap sesuai dengan konteks masing-masing konteks kerja. Pengaruh lapangan kerja itu pada umumnya meliputi sumber yang digunakan, isi yang digarap, dan kadang-kadang proses yang dilaksanakan. Variasi ini mungkin mempengaruhi peran, fungsi, dan produk.
            Satu lagi keunikan praktek dalam bidang ini adalah kenyataan bahwa banyak lembaga yang memasukkan aplikasi teknologi ke dalam lingkungan pekerjaan mereka. Berbagai teknologi itu, bukan semata-mata menjadi wilayah ekslusif teknologi pendidikan. Perekayasaan sistem, pemrograman komputer, guru, akademisi dalam berbagai keahlian, semuanya tertarik pada teknolog pendidikan dan karena itu menggunakannya.

5.      Mata Kuliah yang Mendukukung Masing-masing Kompetensi Teknologi Pendidikan
No.
Mata kuliah bidang studi tersusun
Sumber Daya Pembelajaran
1
Teori Belajar dan Pembelajaran
Laboratorium/studio Audio
2
Pengantar Media Pembelajaran
Laboratorium/studio Video
3
Pengantar Komunikasi
Laboratorium Komputer
4
Desain Pesan
Laboratorium/studio Grafis & 3 Dimensi
5
Pengembangan sumber daya manusia
Laboratorium/studio Fotografi
6
Difusi dan inovasi pendidikan
Internet
7
Pengelolaan sumber belajar

8
Evaluasi media pendidikan

9
Analisis dan pendidikan sistem

10
Manajemen sistem pelatihan dan proyek

11
Sinematografi

12
Evaluasi Program Pendidikan

13
Pengantar Teknologi Pendidikan

14
Pengembangan Kurikulum

15
Teknologi Komunikasi Pendidikan

16
Pengembangan Sistem Pembelajaran

17
Evaluasi Hasil Belajar

18
Strategi Pembelajaran

19
Teknologi Informasi & Komunikasi

20
Pembelajaran Individual

21
Kewirausahaan

22
Pengembangan Media 3 Dimensi

23
Pengembangan Media Foto & Slide

24
Pengembangan Media Audio

25
Pengembangan Media Video/TV

26
Pengembangan Media Cetak/Modul


a.       Teori belajar, belajar dan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pengembangan sumber pembelajaran, pengembangan bahan ajar, startegi pembelajaran, evaluasi program pembelajaran,evaluasi proses proses dan hasil pembelajaran untuk mendukung kompetensi menguasai konsep-konsep baru tentang belajar dan pembelajaran.
b.      Mata kuliah pengembangan media sederhana, pengembangan media audio / radio, desain dan produksi sablon, computer grafis, desain, desain pembelajaran berbasis computer, bahasa pemograman, computer multimedia, pengembangan media video, teknik animasi, fotografi untuk mendukung kompetensi merancang, menghasilkan dan menggunakan berbagai media untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi belajar dan pembelajaran.
c.       Mata kuliah strategi pembelajaran, teori belajar, belajar dan pembelajaran, inovasi pendidikan untuk mendukung kompetensi merancang dan menerapkan pola-pola pembelajaran.
d.      Mata kuliah pengantar teknologi pendidikan, pengelolaan,perpustakaan, pengembangan sumber daya pembelajaran, manajemen system kepelatihan, computer grafis, desain pembelajaran berbasis komputer, bahasa pemograman, computer multimedia,, pengembangan sumber daya manusia, inovasi pendidikan untuk mendukung kompetensi mengelola sarana dan prasarana belajar pembelajaran.
e.       Mata kuliah pengantar pengembangan kurikulum, kajian kurikulum sekolah, perencanaan pengajaran, penelitian tindakan kelas, evaluasi program pembelajaran, evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Untuk mendukung kompetensi menyebarkan prosedur penggunaan sumber untuk belajar dan pembelajaran.
6.      REKUITMEN LULUSAN TP FORMAL DAN NON FORMAL
Sebuah pertanyaan mungkin akan bersarang dalam pikiran mahasiswa baru Teknologi Pendidikan, bahkan beberapa mahasiswa yang telah memasuki tahun ke-2 Teknologi Pendidikan tentang “apa sebenarnya Teknologi Pendidikan itu dan akan jadi apa sarjana Teknologi Pendidikan”. Sebagai dosen yang berlatar belakang Teknologi Pendidikan, sering saya memberikan pengarahan pada beberapa mahasiswa tentang profesi TP yang sebenarnya, agar mereka tidak bingung setelah beberapa mata kuliah jurusan dilalui.
Sebenarnya bagi mahasiswa yang mau berfikir dan mencari ilmu lebih mendalam, setiap ilmu yang diberikan memiliki satu profesi tersendiri dan mampu mengembangkan kreatifitas individu. Namun sayangnya mahasiswa sekarang, meskipun tidak semuanya, menilai banyak ilmu yang diberikan melalui mata kuliah jurusan adalah sia-sia, useless .
Ada beberapa kompetensi yang dapat diperoleh mahasiswa untuk menjadi seorang sarjana Teknologi Pendidikan. Kompetensi ini mengacu pada kawasan yang harus dikuasai sarjana Teknologi Pendidikan. Definisi teknologi pendidikan menurut AECT tahun 2004, menyatakan bahwa teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam merancang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi proses dan sumber belajar.

Berdasarkan kawasan TP, seorang sarjana teknologi pendidikan dapat berprofesi sebagai berikut:
1.      Perancang proses dan sumber belajar ; dimana lingkup pekerjaannya  meliputi perancangan sistem pembelajaran, desain pesan, strategi pembelajaran dan karakteristik pembelajaran.
2.      Pengembang proses dan sumber belajar; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pengembangan teknologi cetak, teknologi audiovisual, teknologi berbantuan komputer dan teknologi terpadu lainnya.
3.      Pemanfaat/pengguna proses dan sumber belajar ; dimana lingkup pekerjaannya meliputi pemnafaatan media pembelajaran, difusi inovasi pendidikan, implementasi dan institusionalisasi model inovasi pendidikan, serta penerapan kebijakan dan regulasi pendidikan.
4.      Pengelola proses dan sumber belajar ; dengan lingkup pekerjaan meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan aneka sumber belajar, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan sistem informasi pendidikan.
5.      Evaluator/peneliti proses dan sumber belajar ; dengan lingkup pekerjaan meliputi melakukan analisis masalah, pengukuran acuan patokan, evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan penelitian kawasan pendidikan lanilla.
Tujuan utama teknologi pendidikan tidak hanya memecahkan masalah belajar tapi juga meningkatkan kinerja. Definisi ini lebih memperjelas bahwa lapangan pekerjaan teknologi pendidikan cukup luas, tidak hanya terbatas di lingkungan persekolahan saja tapi lebih jauh juga meliputi lingkungan non-persekolahan seperti organisasi pada semua sektor baik pemerintah maupun swasta sejauh terkait dengan upaya pemecahan maslah peningkatan kinerja melalui proses pembelajaran (instrcutional proceses).
Prof. Yusufhadi Miarso, membagi kawasan bidang garapan teknolog pendidikan menjadi enam, dimana Ia menambahkan kawasan penelitian setelah kawasan evaluasi. Tampak jelas bahwa kompetensi S1, lebih ditekankan pada kawasan pemanfaatan/penggunaan. Sementara, untuk S2 lebih menekankan pada fungsi pengelolaan, penilaian dan penelitian disamping perancangan (desain) yang setingkat dibawah S3. Untuk S3, lebih memfokuskan diri pada penilaian dan penelitian disamping perancangan. Hasil survey ini telah memberikan gambaran bagi lembaga penyelenggara pendidikan porgram studi teknologi pendidikan dalam menyusun kurikulum serta kebutuhan sumber daya laninnya untuk menunjang pendidikan jenjang S1, S2 dan S3.
Secara jelasnya beberapa profesi sarjana teknologi pendidikan baik S1 atau S2 TP yang linear yang saat ini terjaring antara lain:
1.      Sebagai perancang pelatihan dan kurikulum untuk Balai Pendidikan dan Pelatihan seperti di Depag, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Balai pelatihan angkatan darat di Bandung
2.      Sebagai pelayanan nasabah di Bank Rakyat Indonesia
3.      Bekerja di bidang pertelevisian (boardcasting), radio, surat kabar
4.      Tenaga pendidik mulai tingkat SD hingga Perguruan Tinggi
5.      Wirausaha bidang sablon, dan cuci cetak film
6.      Dan ragam profesi lainnya.
Namun perkembangan teknologi pendidikan saat ini sedikit bergeser kearah teknologi informasi dan komunikasi, mengingat perlunya tenaga pengajar untuk mata pelajaran TI&K di sekolah. Untuk itu kesarjanaan teknologi pendidikan lebih terfokus lagi, meskipun sebenarnya kesarjanaan teknologi pendidikan yang ada saja sudah sangat bagus dan menjanjikan.
Secara jelasnya, TI&K saat ini adalah konsentrasi Teknologi Pendidikan, artinya mereka masih dibawah naungan TP, dimana persentase mata kuliahnya 80% TP dan sisanya 20 % TIK, hanya dibedakan beberapa mata kuliah komputer saja. Saat ini bila dilihat peluang kerja TP masih meliputi tenaga pengajar TI&K, namun satu saat dimana konsentrasi TI&K itu menjadi program studi sendiri maka kedudukan sarjana TP sebagai guru TI&K agar bergeser atau bersaing dengan kandang sendiri.













DAFTAR PUSTAKA

Miarso, Yusufhadi, 2007. “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan”, Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Sulo, 2005. “Pengantar Pendidikan”, Jakarta : PT Rineka Cipta.
Daoed Joesoef Pidato Pengarahan Menteri Pendidikan dan Kebuadayaan pada Rapat Koordinasi Teknologi Komunikasi untuk Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. 1981
AECT. The Definition of Educational Technology. Washington,DC: 1977
Ashby, Sir Eric. The Fourth Revolution. Instructional Technology in Higher Education. New York: McGraww-Hill Book Co. 1972Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta : PrenadaMedia, 2004
Banathy, Bela H. 1991. System Design in Education : a journey to create the future. Englewood Cliffs, NJ : Educational Technology Publications.
Daoed Joesoef . 1981. Pidato Pengarahan Menteri Pendidikan dan Kebuadayaan pada Rapat Koordinasi Teknologi Komunikasi untuk Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar